Kekerasan Sering Terjadi di Jejaring Sosial LGO4D
Kekerasan Sering Terjadi di Jejaring Sosial LGO4D

Dari data U-Report Indonesia pada th 2019 bahwa kekerasan sering terjadi di jejaring sosial lgo4d jumlahnya 71%, aplikasi chatting 19%, game online 5%, youtube 1 n yang yang lain hanya mendapat angka 4%. Menurut laporan Polda Metro Jaya, terdapat kurang lebih 25 kasus yang dilaporkan tiap-tiap harinya. Angka ini terus meningkat, karena naiknya jumlah pengguna internet atau sarana sosial di tiap-tiap tahunnya.

Dari pandangan hal ini bahwa Teori Kontrol Sosial berpotensi memastikan tabiat seorang pada norma sosial di lingkungan tersebut. Travis Hirschi (1969:55-69) menyampaikan bahwa memiliki beberapa proposisi kepada kontrol sosial, yaitu:

  1. Bahwa bermacam macam bentuk penolakan pada aturan-aturan sosial merupakan awal dari kegagalan mensosialisasikan individu utk bertindak pada aturan.
  2. Tabiat menyimpang dan kriminalitas yakni kenyataan kegagalan group sosial buat membangun individu yang patuh dan patuh pada norma dan nilai, seperti keluarga instansi pemerintah, dan lain sebagainya.
  3. Tiap-tiap individu wajib mencari ilmu utk melakukan hal yang baik kepada lingkungan sekitar biar tidak melakukan hal yang negatif atau menyimpang.
  4. Kontrol internal lebih berpengaruh di dalam kontrol eksternal.

Adapun bentuk empat faktor dari kontrol sosial. Mula-mula, attachment adalah keterkaitan individu pada individu lain (orang tua). Involvement, merupakan sebagai pencegahan kepada kecenderungan buat melakukan Kriminal, commitment di mana orang tua mesti berkomitmen dalam mengurus dan membina anaknya dengan baik. Terakhir, belief yaitu unsur yang wujudkan pernyatan dari satu orang anak kepada norma-norma yang baik di dalam warga (Arsa, 2019).

Teori ini berawal dari asumsi perbuatan delinkuensi atau kenakalan berlangsung kala ikatan individu di dalam penduduk melemah atau rusak. Travis Hirschi menuturkan bahwa hal ini termasuk juga konformitas. Artinya, teori kontrol sosial berpendapat bahwa seorang tertarik pada tabiat kriminil karena hal itu dianggap sebagai cara yang mudah buat mencapai maksud yang satu orang inginkan (Kartono, 2003).

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki banyak manfaat bagi kehidupan kita, dengan begitu mesti lebih bijaksana dalam menggunakannya. Meskipun pengguna lebih dominan anak-anak dan remaja, pengawasan dan pendampingan sangat penting biar tidak memunculkan resiko buruk yang merugikan orang lain maupun diri sendiri. Dengan cara Husus, berdasarkan teori kontrol sosial, moral, dan tingkah laku dapat diberikan oleh orang tua, dengan begitu dapat menekan adanya kenakalan, serta menekankan pada pengawasan (supervision).

Adanya keyakinan yang mencetak antara anak dan orang tua, maka anak dapat menaati aturan-aturan dan norma yang berlaku di dalam keluarga dengan baik. Waktu sudah memiliki rasa percaya satu sama lain antara anak dan orang tua, kenyamanan dapat timbul, maka anak mengembangkan keyakinan (belief) yang kuat buat terikat dalam aturan sosial dan condong berkomitmen buat tidak melakukan perbuatan menyimpang atau kenakalan remaja. Terkecuali orang tua Pemerintah juga wajib ikut andil dalam memantau pihak-pihak penyedia web sarana sosial dengan aturan yang berada di dalam undang-undang (Kusumastuti & Hadjam, 2017).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *