Kejahatan Remaja di Platform Sosial Fasilitas RGO303
Kejahatan Remaja di Platform Sosial Fasilitas RGO303

Sarana sosial rgo303 yakni suatu page atau aplikasi yang mengizinkan pengguna dapat membuat dan sharing isi atau terlibat dalam jaringan sosial, kebanyakan dipakai oleh penduduk di seluruh dunia dengan mudah berpartisipasi, Sharing, dan membuat konsep dalam isi blog, wiki, forum dan dunia virtual (Gani, 2020). Perkembangan yang pesat pada internet juga memiliki sudut keunggulan dan kejahatan.

Mula-mula, beberapa keunggulan yang dapat diperoleh dalam sarana sosial, contohnya menuntut ilmu dengan cara online dengan memanfaatkan youtube, daring lewat zoom, dan lain sebagainya. Kecanggihan fasilitas sosial saat ini juga lebih mampu up-date kepada berita-berita Terupdate, bahkan fasilitas sosial juga bisa dijadikan alat usaha online atau jual jasa sebagai sumber penghasilan.

Ke-2, Kenakalan anak diambil dari istilah bahasa Inggris ialah Juvenile Delinquency. Juvenile artinya young, anak-anak, anakmuda, sedangkan Delinquency memiliki arti doing wrong, terabaikan/mengabaikan, yang seterusnya diperluas artinya jadi jahat, a-sosial, Kejahatan, pelanggar aturan, pembuat ribut, pengacau, penteror, tidak dapat diperbaiki lagi, dan lain-lain. (Soetodjo, 2006).

Melakukan tindakan jahat Kriminal( yang saat ini tidak hanya di dunia nyata saja, namun banyak orang melakukan kriminal tersebut lewat sarana online atau dunia virtual. Kriminal di sarana sosial rata-rata lewat komentar negatif yang tidak jarang berjalan dikalangan remaja ialah kasus perundungan atau bullying di sarana sosial seperti Instagram, Fb, Twitter/X, dan lain sebagainya.

Hal ini tidak bisa dianggap remeh akibat dari buruknya alat sosial yang sangat menyimpang di kalangan remaja. Maka mesti adanya filter yang dibutuhkan biar lebih beretika dalam main-main atau berkomentar di sarana sosial. Menurut Howard P.N dan Parks M.R. (2012), sarana sosial merupakan fasilitas yang memiliki 3 bagian, yakni Prasarana info dan sarana yang diperlukan utk memproduksi dan mendistribusikan isi media.

Isi alat berupa pesan-pesan pribadi, berita, Konsep, dan produk-produk budaya yang berbentuk digital, selanjutnya memproduksi dan konsumsi isi sarana dalam bentuk digital atau online merupakan individu, organisasi, dan industri. Hal yang menarik merupakan keanggotaan yang memanfaatkan internet tidak mengenal perbedaan seperti ras, kelas ekonomi, negara, dan faktor-faktor lain yang menghambat dalam pertukaran pikiran manusia.

Kelihatan dari hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di mana tingkat penetrasi internet di grup usia 13-18 thn mencapai 99,16% pada 2021-2022. Posisi ke-2 dihuni oleh group usia 19-34 thn dengan tingkat penetrasi internet se besar 98,64%. Tingkat penetrasi internet di rentang usia 35-54 thn se besar 87,30%. (DataIndonesia.id)

Sebanyak pengguna fasilitas sosial yang membuat hal negatif dalam pola tabiat remaja salah satunya yaitu sejumlah perbuatan cyber bullying yang dengan cara tidak langsung, seperti menghina, mengejek, mengolok-olok, mencela, menyebarkan rumor, dan bahkan mengintimidasi si pengguna lewat fasilitas elektronik. Maraknya kejadian cyber bullying dikalangan remaja saat ini membuat satu orang jadi depresi, murung, ketakutan yang senantiasa muncul, senantiasa merasa bersalah atau tidak berhasil dalam mengatasi kesukaran yang menimpa beliau sendiri, bahkan banyak dari korban cyber bullying memiliki pemikiran utk mengakhiri hidupnya, karena senantiasa diganggu dan tak tahan lagi utk hidup.

Hal tersebut ialah kenakalan remaja yang semakin hari semakin meresahkan dan hal tersebut telah menjurus pada perbuatan kejahatan dan mesti di pidanakan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Nomor 19 th 2016 Tentang Berita dan Transaksi Elektronik, Pasal 29 berbunyi: Tiap-tiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan berita elektronik dan/atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan dengan cara pribadi" dan pasal 29 mempunyai sanksi pidana yang ditentukan dalam pasal 45B Undang-Undang Kabar dan Transaksi Elektronik, yang berbunyi: Tiap-tiap orang yang memenuhi unsur sebagimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana penjara paling lama 4 th dan/atau denda paling banyak Rp. 750.000.000,00. (tujuh ratus lima puluh juta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *